Potensi Pepaya Merah Delima menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Sorong
Pepaya Merah Delima kini semakin diminati masyarakat karena daging buahnya yang berwarna merah cerah, rasa manis legit, dan teksturnya lembut. Varietas ini dikenal memiliki ukuran buah sedang, produktivitas tinggi, serta tampilan menarik sehingga cocok untuk pasar segar maupun konsumsi rumah tangga. Pada akhir tahun 2025 Dr. Yong Farmanta, SP., M.Si Kepala BRMP Papua Barat menyerahkan benih pepaya kepada petani di Kabupaten Sorong untuk di tanam di pekarangan guna mendukung ketahanan pangan keluarga. Benih pepaya ini diproduksi oleh IP2MP Kabupaten Sorong.
Pepaya Merah Delima merupakan varietas pepaya unggul produksi Balitbu Solok, dengan ciri utama daging buah berwarna merah cerah seperti delima, rasa manis legit, dan aroma segar. Bentuk buahnya lonjong hingga bulat memanjang dengan bobot rata-rata 1,2–2,5 kg, sehingga ideal untuk konsumsi keluarga. Kulit buah berwarna hijau kekuningan saat matang, dengan tekstur daging tebal, lembut, dan biji relatif sedikit. Tanamannya tergolong genjah (cepat berbuah), mulai panen sekitar 7–9 bulan setelah tanam, produktivitas tinggi, dan adaptif di dataran rendah hingga menengah. Pepaya ini juga memiliki daya simpan cukup baik sehingga cocok untuk pasar lokal maupun distribusi jarak menengah.
Selain unggul dari sisi rasa, Pepaya Merah Delima juga relatif mudah dibudidayakan. Tanaman ini cepat berbuah, adaptif di berbagai kondisi lahan, dan memiliki daya simpan yang cukup baik, sehingga menjadi pilihan favorit bagi petani hortikultura. Pepaya ini sudah diperkenalkan ke warga Kabupaten Sorong sejak tahun 2018 melalui kegiatan pendampingan oleh BPTP Papua Barat pada saat itu dan tetap dilanjutkan saat era BRMP Papua Barat. Dengan nilai jual yang stabil dan permintaan pasar yang terus meningkat, Pepaya Merah Delima berpotensi menjadi komoditas unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal. (GAH)