Teluk Wondama Siap Laksanakan Program Swasembada Pangan 2026
Kabupaten Teluk Wondama menjadi salah satu daerah di Papua Barat yang memperoleh alokasi kegiatan swasembada pangan Kementerian Pertanian tahun 2026. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Teluk Wondama, Korneles Paduai, SST, M.Si, membenarkan informasi tersebut saat dihubungi melalui telepon.
Menurut Kadis, lokasi Cetak Sawah Rakyat berada di Distrik Nikiwar meliputi Kampung Werianggi seluas 200 hektare, Kampung Werabur 150 hektare, dan Kampung Kurey 50 hektare. Di Distrik Teluk Duairi, kegiatan dilakukan di Kampung Sobei Indah seluas 50 hektare. Untuk kegiatan optimasi lahan, total 105 hektare tersebar di Kampung Sobei, Sobei Indah (Distrik Teluk Duairi), serta Kampung Dotir di Distrik Wasior.
Tim kemudian melakukan kunjungan lapangan untuk mengecek lokasi kegiatan 2026 serta berdiskusi dengan petani dan penyuluh terkait persiapan teknis di lapangan. Sementara itu, capaian LTT padi reguler hingga November 2025 telah mencapai 14 hektare dari target 14 hektare, sedangkan LTT padi gogo berada pada 20,39 hektare dari target 45 hektare.
Kepala BRMP Papua Barat sekaligus Pj Swasembada Pangan Papua Barat, Dr. Yong Farmanta, SP, M.Si, menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pertanian, penyuluh lapangan, para petani, serta seluruh pemangku kepentingan atas dukungan dalam mendorong peningkatan LTT padi reguler maupun padi gogo. Ia berharap koordinasi yang baik selama 2025 dapat terus ditingkatkan pada tahun 2026.
Salah satu petani Kampung Dotir, Yafet Marani, menunjukkan antusiasme menyambut program swasembada pangan 2026. Ia berharap pemerintah terus memberikan dukungan agar masyarakat, khususnya orang Papua, kembali dapat menanam padi sawah seperti sebelum banjir bandang 2010 yang membuat aktivitas pertanian terhenti. Dalam kunjungan tersebut, tim juga melihat mesin penggiling dan hand tractor milik Yafet yang masih tersimpan baik di gudang kelompok tani.