Turun ke Lapangan, Tim BRMP Papua Barat Kawal Verifikasi E-Banper dan Progres Cetak Sawah di Fakfak
FAKFAK – Dalam upaya mengoptimalkan dan memastikan ketepatan sasaran penyaluran Bantuan Pemerintah (Banper) sektor pertanian, Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat yang dipimpin langsung oleh Kapoksi Pendampingan Bapak Muhammad Arif Arbianto, S.P., sukses merampungkan rangkaian kegiatan pendampingan, verifikasi, dan validasi data Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) aplikasi e-banper Kementerian Pertanian di Kabupaten Fakfak. Kegiatan yang berlangsung secara intensif pada 11 hingga 17 September 2026 ini berjalan dengan menggandeng mitra strategis di daerah, yakni Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak, serta Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak.
Cakupan program e-banper yang diverifikasi terbilang sangat masif dan lintas-sektoral. Dari Ditjen Tanaman Pangan, bantuan meliputi benih padi; Ditjen Hortikultura mencakup aneka cabai; dan Ditjen Perkebunan meliputi bantuan kelapa dan pala. Selain itu, verifikasi juga menyasar program Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian yang meliputi konstruksi cetak sawah, pemeliharaan jaringan irigasi tersier, dan irigasi perpompaan. Bantuan dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian seperti alat dan mesin (alsintan) pra-panen hingga pascapanen, dolomit, serta pestisida juga tak luput dari pengawasan tim.
Untuk memastikan data di atas kertas sesuai dengan fakta di lapangan, Tim BRMP Papua Barat melakukan kunjungan langsung. Tinjauan untuk proyek cetak sawah rakyat difokuskan di Distrik Bomberay, sementara peninjauan lahan petani kelapa dilakukan di Distrik Fakfak Timur Tengah dan Wayati Barat.
Dari hasil verifikasi dan validasi fisik tersebut, tim menemukan fakta krusial terkait program cetak sawah rakyat. Luas kontrak cetak sawah di Fakfak tervalidasi berada di bawah angka SID (Survei, Investigasi, dan Design). Sebagai tindak lanjut, pengajuan bantuan sarana produksi yang berkaitan dengan program cetak sawah tersebut akan disesuaikan kuantitasnya agar sejalan dengan luasan kontrak yang baru.
Selain itu, evaluasi lapangan menunjukkan bahwa progres pekerjaan land clearing (pembukaan lahan) cetak sawah saat ini masih belum mencapai target yang ditetapkan. Merespons hal ini, tim menegaskan agar pihak penyedia segera mengupayakan penambahan sumber daya manusia maupun alat, serta mengefektifkan waktu kerja agar konstruksi dapat rampung tepat waktu.
Selama proses pendampingan, tim juga berhasil mengidentifikasi sejumlah kendala teknis dan administratif yang sempat menghambat proses penginputan data CPCL, di antaranya:
(1) Kurangnya Koordinasi Antarlini: Ditemukan adanya miskomunikasi antara tenaga penyuluh di lapangan dengan dinas tingkat kabupaten. Hal ini menyebabkan terjadinya tumpang tindih penginputan data petani di dalam sistem e-banper. (2) Kendala Aplikasi Simluhtan: Terjadi masalah sistem pada aplikasi Simluhtan yang membuat operator kesulitan memperbarui (update) data kelompok tani, terutama pada kasus-kasus pergantian struktur pengurus seperti ketua dan anggota kelompok.
Meski diwarnai oleh tantangan administrasi dan kendala teknis di lapangan, rangkaian kegiatan ini berbuah manis. Selama kegiatan pendampingan berlangsung, Tim BRMP Papua Barat telah bergerak cepat menengahi, mengkoordinasikan, dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul bersama pihak dinas terkait.
Kehadiran tim memastikan bahwa penyaluran bantuan sarana dan prasarana pertanian di Kabupaten Fakfak akan berjalan lebih efektif, tertib administrasi, dan benar-benar berdampak pada peningkatan produktivitas petani lokal.