BRMP Papua Barat Matangkan Lokasi Pelaksanaan PM-AAS di Distrik Prafi
Manokwari – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat melaksanakan pertemuan bersama Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Distrik Prafi dan para penyuluh pertanian di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Jumat (17/7). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Pelaksanaan Budidaya Padi Pertanian Modern - Advanced Agriculture System (PM-AAS) BMRP Papua Barat.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengerucutkan lokasi sasaran dan menyusun langkah teknis pelaksanaan budidaya padi PM-AAS di Distrik Prafi dalam rangka mendukung target nasional tanam padi PM-AAS periode Juli–September 2026. Secara nasional, Kementerian Pertanian menargetkan pelaksanaan tanam padi PM-AAS seluas 1 juta hektare dengan Provinsi Papua Barat memperoleh target seluas 634 hektare.
Berdasarkan hasil pembahasan, Distrik Prafi memiliki potensi lahan seluas 764,50 hektare, dengan potensi pengembangan PM-AAS mencapai 649,75 hektare. Potensi tersebut menjadi dasar dalam penentuan lokasi prioritas pelaksanaan program di Papua Barat.
Pertemuan dihadiri oleh Kepala BRMP Papua Barat, Kepala BPP Distrik Prafi, dan para penyuluh pertanian terkait. Melalui koordinasi ini diharapkan pelaksanaan PM-AAS di Distrik Prafi dapat berjalan optimal sehingga mampu mendukung pencapaian target tanam PM-AAS di Papua Barat.
Manokwari – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat melaksanakan pertemuan bersama Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Distrik Prafi dan para penyuluh pertanian di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Jumat (17/7). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Pelaksanaan Budidaya Padi Pertanian Modern - Advanced Agriculture System (PM-AAS) BMRP Papua Barat.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengerucutkan lokasi sasaran dan menyusun langkah teknis pelaksanaan budidaya padi PM-AAS di Distrik Prafi dalam rangka mendukung target nasional tanam padi PM-AAS periode Juli–September 2026. Secara nasional, Kementerian Pertanian menargetkan pelaksanaan tanam padi PM-AAS seluas 1 juta hektare dengan Provinsi Papua Barat memperoleh target seluas 634 hektare.
Berdasarkan hasil pembahasan, Distrik Prafi memiliki potensi lahan seluas 764,50 hektare, dengan potensi pengembangan PM-AAS mencapai 649,75 hektare. Potensi tersebut menjadi dasar dalam penentuan lokasi prioritas pelaksanaan program di Papua Barat.
Pertemuan dihadiri oleh Kepala BRMP Papua Barat, Kepala BPP Distrik Prafi, dan para penyuluh pertanian terkait. Melalui koordinasi ini diharapkan pelaksanaan PM-AAS di Distrik Prafi dapat berjalan optimal sehingga mampu mendukung pencapaian target tanam PM-AAS di Papua Barat.
"Pertanian Indonesia Menuju Swasembada Pangan untuk Bangsa Berdaulat, Adil, dan Makmur"