Koordinasi Dan Monitoring Pelaksanaan Budidaya Tanaman Kakao Di Cokran
Manokwari Selatan — Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat melaksanakan kegiatan koordinasi dan monitoring terkait pelaksanaan budidaya tanaman kakao di Cokran. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau perkembangan tanaman kakao sekaligus mengidentifikasi dan mencari solusi atas sejumlah kendala yang dihadapi dalam proses budidaya di lapangan pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Kegiatan koordinasi berlangsung dengan didampingi oleh Ibu Febi dari Cokran bersama tim teknis lapangannya. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai permasalahan yang selama ini menjadi tantangan dalam pembudidayaan tanaman kakao, mulai dari kondisi kesuburan tanah hingga penanganan organisme pengganggu tanaman (OPT).
Salah satu kendala utama yang mengemuka adalah hasil uji laboratorium sebelumnya yang menunjukkan capaian kurang signifikan. Berdasarkan hasil analisis, kandungan unsur hara Nitrogen (N) pada lahan tergolong rendah, sementara tingkat keasaman tanah (pH) berada pada kisaran 5,5 atau cenderung masam. Kondisi ini dinilai berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kakao, mengingat Nitrogen merupakan unsur hara esensial bagi pertumbuhan vegetatif dan pembentukan daun, sedangkan pH tanah yang terlalu masam dapat menghambat penyerapan unsur hara oleh tanaman.
Menyikapi permasalahan tersebut, pertemuan turut membahas sejumlah strategi teknis yang dapat diterapkan langsung di lapangan. Untuk kegiatan pembibitan, disepakati penerapan strategi penyiraman tanaman kakao dengan sistem tetesan air menggunakan botol. Metode yang sederhana namun efektif ini memungkinkan pemberian air secara bertahap dan merata pada bibit, sehingga kebutuhan air tercukupi tanpa menimbulkan genangan yang berpotensi merusak perakaran.
Selain aspek penyiraman, dibahas pula strategi penanganan hama yang ramah lingkungan dan mudah diterapkan oleh petani. Tim menyepakati penggunaan lampu sebagai perangkap serta pemasangan jerat untuk mengendalikan populasi hama yang menyerang tanaman kakao. Pemanfaatan lampu perangkap dinilai efektif untuk menarik dan mengendalikan hama tertentu, sementara pemasangan jerat menjadi upaya tambahan dalam menekan gangguan hama di area budidaya.
Melalui kegiatan koordinasi dan monitoring ini, diharapkan berbagai kendala yang selama ini dihadapi dalam budidaya tanaman kakao di Cokran dapat ditangani secara bertahap. BRMP Papua Barat berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan teknis bersama Ibu Febi dan tim lapangan guna meningkatkan produktivitas serta keberhasilan budidaya tanaman kakao ke depan.