Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan Program Strategis Kementan di Wilayah Papua Barat Daya
Sorong, 19 Juni 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat melaksanakan kegiatan koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan Program Strategis Kementerian Pertanian di wilayah Papua Barat Daya pada tanggal 15–19 Juni 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kunjungan dan koordinasi dengan Dinas Pertanian Kota Sorong, Dinas Pertanian Kabupaten Sorong, Dinas Peternakan Kabupaten Sorong, Dinas Pertanian Kabupaten Sorong Selatan, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Raja Ampat.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi teknis terkait, serta para pemangku kepentingan guna mendukung percepatan pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian di wilayah kerja. Adapun tujuan kegiatan adalah mengidentifikasi perkembangan, capaian, kendala, dan kebutuhan dukungan pelaksanaan kegiatan strategis pertanian yang sedang berjalan pada masing-masing lokasi.
Melalui kegiatan koordinasi ini, diperoleh gambaran pelaksanaan berbagai Program yang meliputi Cetak Sawah Rakyat (CSR), Perluasan Areal Tanam (PAT), Optimasi Lahan (OPLAH), Pompanisasi, Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), Brigade Pangan, Mandiri Benih, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan pupuk dan benih, pengembangan peternakan, serta pengembangan komoditas perkebunan dan hortikultura.
Setiap daerah memiliki fokus pengembangan yang berbeda sesuai potensi dan kebutuhan wilayahnya. Kabupaten Sorong memiliki program berbasis peningkatan produksi dan perluasan areal pertanian, seperti PAT, OPLAH, Pompanisasi, RJIT, Brigade Pangan, Mandiri Benih, serta bantuan alsintan. Sementara itu, Kota Sorong yang didominasi kawasan perkotaan memperoleh program yang lebih adaptif, antara lain Pekarangan Pangan Lestari (P2L), budidaya hidroponik, diversifikasi pangan lokal, peternakan rakyat, dan program Ayam Merah Putih yang diarahkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penguatan rantai pasok pangan lokal ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).Di Kabupaten Sorong Selatan, pelaksanaan program pertanian saat ini berfokus pada kegiatan Cetak Sawah Rakyat (CSR) sebagai bagian dari upaya percepatan swasembada pangan nasional, serta pengembangan komoditas hortikultura yang menjadi unggulan daerah. Kabupaten Raja Ampat, berfokus pada peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi guna mendukung target swasembada pangan, yang berjalan beriringan dengan pengembangan subsektor peternakan dan perkebunan Kakao dan Kopi sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat dan Pariwisata Perkebunan.
Pemerintah daerah menyambut baik pelaksanaan kegiatan koordinasi dan sinkronisasi ini serta menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung pelaksanaan Program Strategis Kementerian Pertanian di wilayah masing-masing demi pembangunan pertanian di wilayah Papua Barat Daya. Selain membahas perkembangan pelaksanaan program, koordinasi ini juga dimanfaatkan untuk menyamakan persepsi dan merumuskan langkah-langkah percepatan terhadap berbagai kegiatan prioritas di sektor pertanian. Dengan adanya koordinasi yang baik, diharapkan berbagai kendala yang berpotensi menghambat pencapaian target program dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara bersama-sama.
BRMP Papua Barat berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung keberhasilan Program Strategis Kementerian Pertanian. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pelaksanaan program yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran sehingga memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat serta pembangunan pertanian di wilayah Papua Barat Daya.