Koordinasi Pelaksanaan Swasembada Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Teluk Wondama
Wasior, 29–31 Juli 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat melaksanakan koordinasi bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Teluk Wondama dalam rangka mendukung percepatan program Swasembada Pangan Berkelanjutan. Kegiatan ini membahas berbagai program strategis pertanian yang sedang berjalan maupun yang direncanakan oleh pemerintah daerah, di antaranya pendampingan distribusi benih aneka cabai, pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2026, serta peralihan penyuluh pertanian Kabupaten Teluk Wondama ke Kementerian Pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, BRMP Papua Barat memberikan penjelasan mengenai tugas dan fungsi penyuluh pertanian pasca peralihan ke Kementerian Pertanian. Peralihan penyuluh masih menjadi perhatian di daerah sehingga diperlukan pemahaman yang sama mengenai peran dan tanggung jawab penyuluh. Meskipun secara administrasi telah berada di bawah Kementerian Pertanian, penyuluh tetap memiliki tugas untuk bekerja secara sinergis dan berkolaborasi dengan Dinas Pertanian di daerah. Penyuluh diharapkan terus menjalin komunikasi yang baik, menyampaikan informasi yang dibutuhkan, serta mendukung pelaksanaan program pertanian di tingkat kabupaten sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya.
Dalam upaya menyukseskan target Swasembada Pangan Tahun 2026, Kepala Balai Besar BRMP Papua Barat juga melakukan peninjauan langsung terhadap progres Program Cetak Sawah Rakyat di Distrik Teluk Duairi. Hingga saat ini, pelaksanaan program telah memasuki tahapan Survey, Investigasi, dan Desain (SID) sebagai dasar pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Selain melakukan peninjauan, Kepala Balai Besar BRMP Papua Barat juga berdiskusi langsung dengan para petani setempat untuk mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Beberapa permasalahan yang disampaikan antara lain keterbatasan pupuk akibat belum adanya penyedia atau penyalur pupuk di Kabupaten Teluk Wondama, sehingga petani masih mengandalkan persediaan pupuk dari dinas yang jumlahnya terbatas. Di samping itu, masih banyak lahan potensial yang belum dimanfaatkan secara optimal akibat kondisi pH tanah yang kurang sesuai serta jaringan irigasi yang belum berfungsi dengan baik. Serangan hama dan penyakit tanaman juga menjadi tantangan yang berdampak langsung terhadap produktivitas hasil pertanian.
Menanggapi berbagai permasalahan tersebut, BRMP Papua Barat mendorong Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Teluk Wondama untuk mengupayakan pengusulan alokasi pupuk bersubsidi yang selanjutnya akan difollowup dan ditindaklanjuti bersama BRMP Papua Barat. Selain itu, optimalisasi pemanfaatan lahan potensial serta pengendalian hama dan penyakit tanaman melalui metode manual maupun pemanfaatan alat dan teknologi juga menjadi langkah yang perlu terus ditingkatkan.
Selain program Kementerian Pertanian di bidang tanaman pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Teluk Wondama juga melaksanakan berbagai program unggulan di sektor perkebunan dan peternakan. Pada sektor perkebunan, pemerintah daerah mengembangkan komoditas kelapa dalam, sagu, dan kopi. Sementara itu, pada sektor peternakan, pengembangan ayam petelur telah menunjukkan hasil yang baik dengan produksi lebih dari 23.000 butir telur, sehingga menjadi salah satu program unggulan daerah dalam mendukung ketahanan pangan.
Dalam rangka mendukung peningkatan produksi hortikultura, Kepala Balai Besar BRMP Papua Barat bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Teluk Wondama turut melaksanakan pendistribusian benih aneka cabai kepada petani. Penyaluran dilakukan di Kampung Sobey Warayaru kepada Kelompok Tani Mawar Mulia, Tunas Harapan, dan Martono Pakalang, serta di Kampung Webi, Distrik Raisei, kepada Kelompok Tani Atutuwesi dan Urumarei.
Melalui koordinasi dan kunjungan kerja ini, diharapkan sinergi antara BRMP Papua Barat, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Teluk Wondama, para penyuluh pertanian, serta petani semakin kuat dalam mendukung keberhasilan program pembangunan pertanian. Berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan diharapkan dapat diselesaikan secara bertahap melalui kolaborasi yang berkelanjutan, sehingga target Swasembada Pangan Tahun 2026 di Kabupaten Teluk Wondama dapat tercapai secara optimal.
"Pertanian Indonesia Menuju Swasembada Pangan untuk Bangsa Berdaulat, Adil, dan Makmur"