Optimalkan Pertumbuhan, BRMP Papua Barat Lakukan Penyiangan Padi Gogo Inpago 13 Fortis
MANOKWARI – Dalam upaya menjaga produktivitas lahan dan memastikan pertumbuhan tanaman yang optimal, tim lapangan Kebun Percobaan (KP) Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat melaksanakan kegiatan pembersihan gulma (penyiangan) pada pertanaman Padi Gogo varietas Inpago 13 Fortis, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini difokuskan pada pembersihan rumput liar dan tumbuhan pengganggu yang tumbuh di sekitar area perakaran. Padi Gogo Inpago 13 Fortis sendiri merupakan salah satu varietas unggul yang tengah dikembangkan di lahan KP BRMP Papua Barat karena karakteristiknya yang adaptif pada lahan kering.
Langkah pembersihan ini merupakan bagian dari paket teknologi budidaya yang krusial karena:
1. Mengurangi Kompetisi Nutrisi: Menghindari perebutan unsur hara antara gulma dan tanaman padi.
2. Mencegah Hama & Penyakit: Lingkungan yang bersih mengurangi risiko penularan penyakit serta meminimalisir tempat persembunyian hama.
3. Optimalisasi Sinar Matahari: Tanaman dapat menyerap cahaya matahari secara maksimal tanpa terhalang tumbuhan liar.
"Perawatan rutin seperti ini adalah kunci. Inpago 13 Fortis memiliki potensi hasil yang besar, namun sangat bergantung pada manajemen lahan yang bersih agar nutrisi dari tanah terserap sempurna oleh bulir padi," ujar salah satu staf teknis di lapangan.
Kondisi pertanaman hingga akhir Maret 2026 ini, terpantau tanaman padi di lahan KP BRMP Papua Barat menunjukkan progres pertumbuhan yang baik. Pasca pembersihan gulma, rencananya akan dilanjutkan dengan pemantauan berkala terkait ketersediaan air dan pemupukan susulan jika diperlukan.
Diharapkan dengan pemeliharaan yang intensif, hasil panen nantinya bisa menjadi benih yang dapat didiseminasikan di lokal di Papua Barat dalam mengadopsi varietas Inpago 13 Fortis untuk mendukung ketahanan pangan daerah.