Pastikan Mutu Benih Terjaga, Tim Produksi Benih Padi Monitoring Pertanaman di Prafi
Tim Kegiatan Produksi Benih Padi Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat melaksanakan monitoring kegiatan produksi benih sumber padi pada lahan petani kooperator di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Jumat (05/06/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Penanggung Jawab Kegiatan, Muhammad Fathul Ulum Ariza, S.P., M.Si guna memastikan pertumbuhan tanaman dan penerapan budidaya berjalan sesuai standar produksi benih sumber.
Pada kegiatan produksi benih sumber padi kelas Foundation Seed (FS) ini, varietas yang ditangkarkan meliputi Inpari 32 HDB, Situ Bagendit, Ciherang, dan Inpari 49 Jembar.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa varietas Inpari 32 HDB telah memasuki umur 64 hari setelah tanam (HST) dengan tingkat pembungaan mencapai sekitar 30 persen. Sementara itu, Situ Bagendit berumur 55 HST dan telah menunjukkan pembungaan sekitar 20 persen. Varietas Ciherang saat ini berumur 43 HST, sedangkan Inpari 49 Jembar berumur 53 HST. Kedua varietas tersebut masih berada pada fase vegetatif akhir dan belum menunjukkan tanda-tanda keluar bunga.
Selama kegiatan monitoring, tim melakukan pengamatan terhadap kondisi pertanaman, keseragaman pertumbuhan, kesehatan tanaman, serta potensi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).
Pengamatan rutin menjadi bagian penting dalam menjaga mutu dan kemurnian varietas yang akan diproduksi sebagai benih sumber.
Keberhasilan produksi benih sumber tidak hanya ditentukan oleh penggunaan varietas unggul, tetapi juga oleh ketepatan pengelolaan tanaman di lapangan. Oleh karena itu, pengamatan tanaman secara berkala dan penerapan pengendalian hama terpadu menjadi kunci dalam menjaga produktivitas dan kualitas benih yang dihasilkan.
Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan seluruh tahapan produksi benih sumber padi dapat berjalan optimal sehingga menghasilkan benih bermutu tinggi yang siap mendukung peningkatan produksi padi di Papua Barat dan wilayah sekitarnya.