Pendampingan Percepatan e-Banper dan Peninjauan Progres Cetak Sawah di Kabupaten Teluk Bintuni
Teluk Bintuni – Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat bersama penyuluh dari Kementerian Pertanian melakukan pendampingan percepatan e-Banper di Kabupaten Teluk Bintuni pada 15–18 Oktober 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi proses pengusulan bantuan pemerintah melalui aplikasi e-Banper, sekaligus membantu menyelesaikan berbagai kendala administrasi dan teknis yang dihadapi dalam proses tersebut.
Kegiatan hari pertama diawali dengan sosialisasi mengenai penggunaan aplikasi e-Banper. Selanjutnya, tim mengidentifikasi satu per satu permasalahan dalam pengusulan e-Banper di Kabupaten Teluk Bintuni, khususnya terkait bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), kawasan aneka cabai, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi tersier.
Beberapa kendala yang ditemukan antara lain ketidaksesuaian pengisian kriteria potensi lahan, Surat Keputusan (SK) Kelompok Tani yang tidak valid, masalah data poligon, serta beberapa kekurangan pada berkas persyaratan lainnya.
Pada hari berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan poligon lahan dan pengisian usulan pada aplikasi e-Banper. Praktik ini didampingi langsung oleh tim BRMP Papua Barat dan penyuluh Kementerian Pertanian (Kementan) Provinsi Papua Barat bagi operator e-Banper di tingkat penyuluh maupun dinas kabupaten.
Selain pendampingan administrasi, tim juga meninjau langsung lokasi kegiatan cetak sawah seluas 54 hektare di Distrik Tembuni, yang meliputi Kampung Bangun Harjo dan Bangun Mulia. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kondisi aktual di lapangan, sekaligus merampungkan dokumen persyaratan e-Banper yang masih terkendala dan berhubungan langsung dengan kelompok tani.
Berdasarkan hasil pemantauan, pekerjaan pada lahan pertama telah mencapai tahap pembukaan lahan, pembuatan pematang sawah, dan pembuatan saluran irigasi. Sementara itu, pengerjaan pada lahan kedua dan ketiga masih berada pada tahap pembukaan lahan.
Salah satu kendala utama yang perlu mendapat perhatian adalah ketersediaan dan pembangunan jaringan irigasi untuk mendukung pemanfaatan lahan secara optimal.
Melalui pendampingan ini, diharapkan berbagai kendala administrasi dan teknis dapat diselesaikan sehingga progres cetak sawah dapat terus berlanjut hingga tahap penanaman. Dengan demikian, lahan yang telah dibuka dapat dimanfaatkan secara produktif dan tidak terbengkalai menjadi lahan tidur.